Upaya Solutif Menangani Anemia Pada Usia Anak Melalui Brownies Ternutrisi Baworma (Bayam Wortel Mangga)

 

            Kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Gangguan darah atau kelainan hematologi yang terjadi ketika kadar hemoglobin (bagian utama dari sel darah merah yang mengikat oksigen) berada di bawah normal (Alodokter.com, 2021). Anemia Defisiensi Besi (ADB) adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi sehingga konsentrasi hemoglobin menurun di bawah 95% dari hemoglobin rata-rata dari umur dan jenis kelamin yang sama (Amalia dan Tjiptaningrum, 2016).


Berdasarkan data dari Riskesdas (2013) bahwa prevalensi anemia yang terjadi pada kelompok umur balita 29,7%, balita perempuan 26,5%, anak laki-laki 6-12 tahun 28%, anak perempuan 6-12 tahun 27,4 % Prevalensi anemia gizi yang tinggi pada anak berdampak negatif yaitu rendahnya kekebalan tubuh sehingga menyebabkan rentan terhadap sakit. Akibatnya konsekuensi fungsional dari anemia gizi menurunnya kualitas sumber daya manusia (Fidyatun, dkk., 2011). Gelaja anemia pada anak-anak biasanya menurunnya konsentrasi belajar, gangguan pertumbuhan, cenderung mengantuk, tidak aktif bergerak, rewel, badan lemas, pusing, nafsu makan menurun (Webinar Nutrisi Untuk Bangsa, 2021).


Pada umumnya faktor utama terjadinya anemia adalah asupan zat besi yang rendah. Sebesar dua per tiga zat besi dalam tubuh terdapat dalam sel darah merah hemoglobin (Amalia dan Tjiptaningrum, 2016). Terlebih pada anak-anak kebanyakan dari mereka tidak menyukai konsumsi sayur apalagi sayur tersebut pahit, bagi mereka itu tidak menarik untuk dikonsumsi. Usia anak-anak lebih menyukai makanan yang manis seperti roti, kue, coklat dan lain-lain. Jika konsumsi ini lebih banyak tidak seimbang dengan asupan nutrisi yang lain maka dapat menghambat penyerapan zat besi karena bahan dasar utama makanan tersebut tepung, coklat, kacang-kacangan dimana tepung mengandung fitat dan coklat mengandung tanin. Fitat dan tanin adalah salah dua yang memicu terjadinya penyerapan zat besi terhambat (Webinar Nutrisi untuk Bangsa, 2021). Para ibu biasanya untuk menanggulangi kebutuhan gizi anaknya dengan memberikan susu kesehatan yang dilengkapi dengan gizi yang baik seperti susu pertumbuhan yang dikeluarkan oleh Sarihusada Generasi Mahardika Danone Indonesia (Webinar Nutrisi untuk Bangsa, 2021).


Upaya untuk mengatasi masalah dalam penanganan dan pencegahan anemia pada anak-anak melalui konsumsi makanan yang inovatif, variatif dan menarik. Cemilan ternutrisi adalah salah satu strategi untuk membiasakan anak-anak untuk mengkonsumsi jajanan yang sehat dan baik untuk tumbuh kembang mereka. Brownies ternutrisi baworma (Bayam wortel mangga) adalah upaya solutif dalam penanganan anemia pada anak.

Kelebihan brownies ternutrisi baworma (bayam wortel mangga) mendominasi kandungan zat besi dan vitamin C. Diketahui bayam adalah sumber bahan makanan yang memiliki jumlah zat besi terbanyak. Kandungan zat besi dan vitamin C secara beurutan pada masing-masing bahan makanan per 100 g bahan yaitu bayam zat besinya 2,7 mg, wortel zat besinya 0,3  mg dan mangga kandunngan vitamin C 41 mg. Kolaborasi zat besi dan vitamin C untuk memudahkan penyerapan zat besi di dalam metabolisme tubuh melalui vitamin C (Webinar Nutrisi Untuk Bangsa, 2021). 

Adapun cara pembuatan brownies baworma yaitu 1.Dilelehkan margarin 125 g, dark cooking chocolate 250 g sisihkan, 2.dikocok 3 butir telur, gula halus 150 g sampai kaku sisihkan, dicampurkan tepung terigu 100 g, susu bubuk 25 g, baking powder ½ sendok teh, coklat leleh, telur yang dikocok kaku, 3.dicampurkan bubur baworma (Bayam wortel mangga) “Pembuatan bubur baworma yaitu diblender bayam, wortel, daging mangga masing-masing 10 g dengan air 1 : 1”, 4.diaduk adonan hingga tercampur rata, 5.dituangkan adonan ke loyang yang diolesi margarin, 6.dikukus selama 30 menit api kecil, 7.Brownies Baworma siap dikonsumsi.

Gambar 1. Alur Pembuatan Brownies Ternutrisi Baworma



Optimalisasi konsumsi brownies ternutrisi baworma (bayam wortel mangga) ini diharapkan mampu mengubah perilaku konsumsi cemilan yang tidak sehat yang beredar dipasaran beralih pada cemilan yang sehat dan bergizi tinggi. Upaya ini perlu adanya dukungan dari pihak pemerintah yang bekerja sama dengan pihak ahli gizi indonesia sebagai jawaban atas permasalahan mengenai anemia pada anak dengan mensosialisasikan dan membuat gerakan kepada orang tua, guru, dan anak-anak demi tercapainya konsumsi cemilan berupa brownies ternutrisi. Sehingga diharapkan menumbuhkan kesadaran terutama kepada anak-anak tentang bahaya konsumsi makanan sembarangan tanpa mereka tahu zat ataupun kandungan apa saja yang ada di dalam jajanan yang berada di lingkungan luar rumah.

 

Referensi

Alodokter.com, 2021. Anemia. https://www.alodokter.com/anemia. (24 Februari, 2021).

Amalia. A dan Tjiptaningrum. A. 2016. Diagnosis dan tatalaksana anemia defisiensi besi. Jurnal Majority. 5(5) : 166-167.

Fidyatun. E. Rachmawati. A. Lestari. O dan Handayani. P. 2011. Pukis “Bangga” (Bayam-mangga) untuk mengatasi anemia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa. 1(1) : 21-22.

Riskesdes. 2013http://www.suarapembaruan.com. (24 Februari, 2021).

Webinar Nutrisi Untuk Bangsa, 2021. Peran Nutrisi dalam Tantangan Kesehatan Lintas Generasi. https://www.youtube.com/watch?v=fuYipQ_bdn8&t=323s. (24 Februari, 2021). 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Pertama itu Harapan II

Memulai yang tertunda