Pengalaman Pertama itu Harapan II

           Ini adalah tulisan pertamaku, dunia blog ini walaupun sudah lama adanya, aku baru bisa untuk terjun kesini dan menulis, setelah aku itu suka menulis, tulisan-tulisanku itu rata-rata tentang ilmiah, hobby menulis aku ini mulai ketika ada lomba essay dengan tema go pangan lokal pada tahun 2015. Niat nulis pada waktu itu Cuma iseng aja “Kira-kira aku bisa nulis ngak ya” itu pertanyaan yang terlintas ketika liat brosur lomba essay di papan pengumuman kampus. Waktu itu real niatnya cuma iseng tapi serius hehehe.. 

            Dua hari setelah melihat brosur lomba tersebut, aku langsung menghubungi contact personnya, menanyakan tentang gimana sistematikanya. Selama seminggu aku tu bolak balik ke perpustakaan untuk mencari ide, untuk mencari refrensi sebagai literatur essay yang akan nanti ku buat, akhirnya ide itu muncul yaitu “ Solusi meminal” ide ini terinspirasi dari kondisi indonesia yang mengkonsumsi beras sebagai pangan pokok. Sementara pasokan beras di indonesia ini tidak mencukupi sehingga pemerintah melakukan impor beras, padahal banyak sumber karbohidrat selain beras yang dapat dijadikan pangan yaitu umbi-umbian dan serealia. Tanaman ini kandungan karbohidratnya juga tak kalah dibandingkan dengan beras. Namun karena kebiasaan beras sebagai pangan pokok, masyarakat indonesia tak bisa lepas dari nasi. Sehingga dalam essai yang saya ajukan diversifikasi pangan dari umbi-umbian dan serealia menjadi beras analog. Beras analog ini diharapkan bisa menggantikan peran si beras biasa. 

            Penulisan essai ini cukup panjang karena kebentur sama tugas-tugas kuliah yang menumpuk, karena saya jurusan ilmu dan teknologi pangan jadi tugasnya itu setiap hari pasti ada aja, baik itu tugas laporan laboratorium, tugas dari dosen. Deadline lomba tinggal satu hari lagi, setengah halaman pun belum tertulis, saya mencoba menelpon pihak panitianya untuk menanyakan, apakah ada dispensasi waktu untuk saya, dan pihak panitia memberikan waktu satu hari, “alhamdulillah oke laila kebut waktunya tinggal besok”. Besok malam kemudian selesai juga essainya. Pengumuman essainya menang atau kalah seminggu kemudian, yang diselenggarakan di merdeka walk sekalian acara go pangan lokal. 
          H-1 aku ditelfon sama panitia bahwa saya harus datang ke acara,, lalu aku pikir “aku kok disuruh datang ya apa aku salah satu pemenang” aku berusaha tanya sama panitianya “bang saya juara berapa ya? Emang saya menang ya?”. Namun si abang panitia tidak mau mengklarifikasi dia cuma jawab “ datang aja ya kak”. “Astagfirullahhalazim aku baru ingat ada kegiatan character builiding berupa outbound di sibolangit, kegiatan ini salah satu program bidikmisi, bagi mahasiswa penerima bidikmisi wajib mengikuti program ini. “adu gimana ni ya” bingung apa yang harus kulakukan. Kalau aku datang ke acara lomba, nanti gimana outbondnya sayang banget ngak ikut, kan lumayan gratis, keputusannya aku tetap ikut outbond, acara lombanya aku suruh aja kawanku aini untuk wakilin aku..(“HAI AINONG”). Tapi ni anak tu bertingkah banget, banyak alasan nolak untuk bantuin aku, aku mohon-mohon dan sikawan luluh juga hehehe.... Tapi betul betingkah kali la anak ini dia hubungin aku katanya “ lama amat acaranya lai lagian aku tadi liat ada kawan-kawan satu jurusan mu buka stan di sana jadi kalau nama mu dipanggil biar aja mereka yang wakilin”. “Ihh aini aku tu kezel banget sama mu tapi apalah dayaku”. Jam 6 sore waktu itu lagi perjalanan pulang dari outbond BBM ku bunyi “klentang kluntung klentang kluntung” “ Selamat ya lai”.. “Cieee Juara”... “Selamat ya dek”. Aku langsung terkejut dan bertanya-tanya “ ya allah ini beneran gak ya” setelah aku cek di grup line ITP’13 ternyata benar, jadi aku liat foto teman aku namanya murti lagi megang sertifikat dan hadiah, dan sertifikat itu atas namaku. “ya allah betapa aku senangnya walaupun hanya harapan II tapi aku tetap bersyukur “pokoknya lain kali harus juara”. 

           Besoknya di kampus aku tu serasa artis baru dapat award semua teman-teman, kakak senior pada ngasih selamat. “Lai jangan merasa puas dulu kamu tu masih harapan II” itu yang aku pikirkan ketika teman-teman ikut senang juga. Alhamdulillah insha allah prestasi ini akan aku tingkatkan lain kesempatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upaya Solutif Menangani Anemia Pada Usia Anak Melalui Brownies Ternutrisi Baworma (Bayam Wortel Mangga)

Memulai yang tertunda